Pengalaman Menggunakan Tur Privat Sehari di Bali

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya dan suami memutuskan untuk ikut tur privat sehari karena malas ribet. Pengennya sih cuma duduk aja trus langsung diantar ke seluruh tempat tujuan. Dan setelah berminggu-minggu sibuk gugling sana-sini mencari mana travel yang akan kami pilih, saya pun akhirnya memutuskan untuk memilih paket tur dari travel yang satu ini.

Pertimbangan saya memilih paket tur yang satu ini karena mencakup tempat yang ingin kami kunjungi dan setelah dihitung-hitung harganya walaupun tergolong mahal tapi tetap lebih ekonomis kalau dibandingkan dengan jika kami memilih paket tur dari travel yang lain (udah saya hitung-hitung soalnya 😆).

Tapi jujur aja sih, jika kami tahu kalau ternyata bakal biasa-biasa aja pengalaman yang kami dapatkan dibandingkan dengan harga yang kami bayarkan (750 ribu/orang gitu loh alias 1,5 juta berdua belum termasuk tips), kami sih rada nyesel juga ya ikut paket tur. Saya saranin sih mendingan nyewa mobil aja seharian trus keliling aja ke seluruh tempat yang kita inginkan sesuai dengan itinerary yang bisa kita contek dari paket-paket tur yang ada di internet, tinggal disesuaikan aja deh dengan yang kita mau.

Kenapa saya bilang biasa aja? Pertama, saya pikir yang mengantar kami akan bertindak juga sebagai pemandu wisata (maksudnya ada ngasih penjelasan gitu tentang tempat-tempat yang kami tuju, ini yang saya tangkap dari testimoni yang saya baca ya), tapi ternyata tugas yang dilakukannya hanya sebatas sebagai supir aja gitu, alias hanya ngantar doang. Kalau kayak gini ya mendingan nyewa mobil aja kan kalau ujung-ujungnya sama aja. 😂

Kedua, pengemudi yang mengantar kami kayaknya tidak hafal rute yang ditawarkan oleh paket turnya sendiri. 😅 Kalau nggak saya ingatin kayaknya bakal terlewatkan itu beberapa rute yang harus dilakukan. Seperti misalnya makan siang di Restoran Beranda GWK dan mengunjungi Pantai Dreamland. Hampir aja kami makan di warung makan biasa yang ada di Tanjung Benoa saat disuruh makan sama pengemudinya di sana dengan alasan Restoran Beranda sedang direnovasi (padahal setelah sampe di Beranda aman-aman aja tuh nggak ada renovasi sama sekali, untung saat itu saya langsung menolak makan di Tanjung Benoa 🙄). Trus saat dari GWK ke Dreamland juga harus saya ingetin lagi, soalnya hampir aja pengemudinya langsung membawa kami ke Uluwatu. 😑

Ketiga, entahlah saya ngerasa nggak sesuai aja dengan testimoni yang saya baca. Apa karena saya turis lokal? Ntahlah. Yang pasti turis asing yang ngasih testimoni merasa diperlakukan istimewa (sedangkan kalo kami sendiri ngerasa biasa-biasa aja sih). Apa mungkin kami dikasih pengemudi yang biasa-biasa aja? Soalnya dari obrolan singkat pengemudinya ada keceplos gitu bilang bahwa dia aja juga belum pernah masuk ke dalam salah satu tempat wisata tujuan kami ini. Lah kan lucu juga dia yang punya paket tur masa dia yang nggak pernah masuk ke dalam tempat wisata yang ada di paket turnya sendiri sih. 😅

Tapi ya gimanapun kami tetap memberikan tips untuk pengemudinya. Apalagi pas di Uluwatu dia ada sempat bantuin kami foto-foto dan bantu ngawasin kami dari kera-kera yang siap mencuri barang bawaan. 😅 Satu sisi kami kasihan juga ngelihat si pengemudi, sempat kami kepikiran itu si bapak apa udah makan siang sama makan malam ya selama kami masuk ke dalam tempat wisata tersebut? Soalnya kan dia hanya nunggu di dalam mobil aja, bahkan sempat saat kami mau masuk mobil kami lihat dia tertidur di dalam mobil. 😢

Kelima, saya dan suami baru menyadari bahwa kami ini ternyata tipikal yang emang nggak cocok kalau harus ikut paket tur yang terjadwal. Karena ternyata kami ini orangnya santai banget, apalagi saat liburan, paling males kalo ada target yang harus diburu. Capeeek banget jadinya. 😩 Sooo, dari pengalaman ini kami pun memutuskan kalau suatu saat liburan lagi ke mana gitu ya bagusnya kami sendiri aja yang menentukan mau ke mana dan mau berangkatnya mulai jam berapa. Pengen yang lebih fleksibel gitu, soalnya kalau liburan ternyata kami bawaannya cuma pengen leyeh-leyeh aja tiduran di kasur hotel yang empuk itu. Maklum, di rumah kasurnya tidak seempuk dan senyaman di hotel sih. 😂

Okeh, jadi intinya dari pengalaman ini, kalau suatu saat kami ke Bali lagi kami malas ah ikut-ikut paket tur lagi. Palingan cukup nyewa mobil aja yang jauh lebih murah daripada ikut paket tur, trus fokus pergi ke satu tempat aja gitu. Misalnya main water sport aja atau ke Bali Safari atau ke Bird Park aja. Tapi ntah kapan juga sih ke Bali lagi, kalau ada dana lebih mending dananya dipake untuk yang lain aja ah. 🤣

Tampang masih hepi sebelum tahu rasanya nonton Tari Kecak di Uluwatu. 😂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s