Pelatihan Sekaligus Jalan-Jalan ke Bali (2)

Mumpung ada di Bali, sayang sekali kalau waktu yang ada tidak dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Karena ntah kapan juga kami bakal balik ke sini lagi kan, secara jaraknya agak jauh dari Bengkulu dan tiket pesawatnya pun mahal pula. 😂 Tapi berhubung waktu yang kami miliki sangat singkat, berdasarkan hasil gugling sana-sini, akhirnya saya (suami soalnya tinggal terima beres aja keputusan saya) pun memutuskan untuk cukup mengeksplorasi Bali bagian Selatan aja. Kenapa saya pilih daerah Selatan, karena tempat-tempat pariwisata populer emang mayoritas ada di daerah ini. Berhubung ini pertama kalinya suami ke Bali (kalau saya sih pernah waktu kecil), saya pikir ya minimal kami pernah mengunjungi tempat-tempat yang familiar di masyarakat aja lah dulu yang utama. 😁

Di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai.

Nah berhubung kami malas repot, jadi kami memutuskan untuk ikut paket tur privat sehari saja. Pilihan saya jatuh ke salah satu agen tur yang saya temukan di internet yang agenda kegiatannya mencakup tempat yang memang saya ingin kunjungi, yaitu Pulau Penyu, GWK, Uluwatu (sambil nonton Tari Kecak), dan makan malam seafood di Jimbaran. Cerita pengalaman kami menggunakan tur privat dan mengunjungi tempat-tempat ini akan saya ceritakan secara terpisah aja ya, tapi yang pasti sih saya dan suami agak nyesel juga ikut paket tur privat ini, hahaha. Soalnya ternyata tur privat sehari penuh itu rada nggak cocok ya dengan pribadi kami yang pengennya jalan agak santai, capek banget boook jalan-jalan keliling tempat wisata seharian itu ternyata! 😩😩😩 Trus tambahan lagi tapi mungkin ini hanya perasaan saya aja, tapi saya kok ngerasa sebagai turis lokal kayaknya sambutannya kurang seantusias jika dibandingkan dengan turis asing deh. 😂 Soalnya kalau lihat dari testimoninya (yang mana mayoritas yang kasih testimoni sih turis asing) kayaknya memuaskan sekali servis yang diberikan tur ini, tapi yang kami rasakan sih biasa-biasa aja nggak ada yang istimewa. Tapi ya mungkin itu hanya perasaan saya aja kali ya. Tapi ya sudahlah ini bukan masalah besar juga sih sebenernya. 😁

Walaupun kami ikut paket tur privat, tapi ada juga tempat yang kami coba telusuri sendiri, seperti saat ke Pantai Kuta. Dari hotel tempat menginap kami menuju ke Pantai Kuta menggunakan Grab, namun saat pulang kembali ke hotel terpaksa kami harus jalan agak jauh dulu ke arah jalan besar agar lebih gampang dijemput sama Grab-nya.

Sunset di Pantai Kuta.

Ternyata bentuk pasir di Pantai Kuta itu bulat-bulat kecil kayak gini, bukan kayak butiran pasir yang halus seperti pasir pada umumnya gitu.

Selain itu kami juga menyempatkan membeli oleh-oleh. Walaupun ada dua toko oleh-oleh besar yang lokasinya berada dekat dengan hotel tempat kami menginap, tapi pilihan kami jatuh kepada Krisna yang emang udah terkenal itu. Enaknya di sana juga ada jasa packing kardus (lupa saya biayanya berapa, pokoknya sih tergantung besar kardusnya) dan ekspedisi JNE untuk mengirimkan oleh-oleh yang sudah kita beli.

Secara keseluruhan saya dan suami senang sih bisa jalan ke Bali, tapi setelah kami pikir-pikir kayaknya kalau ada dana liburan kami males juga balik ke Bali lagi, walaupun belum semua tempat di Bali ini kami jelajahi. Entahlah kami kayak kurang cocok aja dengan suasananya, rasanya apa-apa terlalu komersial gitu deh, tapi namanya juga tempat wisata populer jadi lumrah juga sih sebenernya. Mungkin kalau suatu saat ada kesempatan lagi ke sana (dan gratisan, hahaha) kayaknya kami bakal milih hanya seharian leyeh-leyeh di kamar hotel sambil internetan aja deh rasanya. 🤣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s