Madinah Hari Terakhir + Otw Pulang

Akhirnya tiba juga kami di penghujung perjalanan umroh, tidak terasa akhirnya tiba juga masanya untuk kami pulang kembali ke Tanah Air. Kalau boleh jujur hari itu rasanya beraaaaat banget hati ini untuk pulang ke rumah, bawaannya masih pengen lama-lama aja gitu di sana. 😥 Tapi gimanapun kita juga emang harus kembali lagi beraktivitas seperti semula kan. 😊

Selepas makan siang kami pun check-out dari hotel untuk menuju bandara. Sebelum ke bandara kami mampir dulu di Masjid Bir Ali (yang juga merupakan salah satu tempat miqot) untuk melaksanakan sholat Ashar bagi yang belum menjamak. Setelah dari Masjid Bir Ali, di tengah perjalanan ternyata kami singgah lagi di Al-Baik karena bos travel pengen mentraktir kami makan di sana. 😄 Tapi tidak makan di tempat sih, melainkan dibungkus dan dimakan di bus aja sembari melanjutkan perjalanan (di busnya ada mejanya kok seperti di pesawat). Alhamdulillah akhirnya kesampaian juga saya dan suami makan ayam Al-Baik, karena bisa dibilang makan Al-Baik ini termasuk salah satu yang harus dicoba selama di Arab Saudi. Tapi jujur sebenernya saya sendiri sih kurang begitu cocok sama rasanya, rempahnya agak beda gitu, jadi saya pribadi lebih suka ayam kiepci atau awe gitu deh. Tapi yang penting udah pernah nyoba lah ya biar nggak penasaran, hehehe. 😆

Al-Baik yang porsinya banyak dan gede bangettt! Empat potong ayam besar, dengan kentang goreng dan roti bulat. Makan satu aja udah kekenyangan, dan sisanya malah masih bisa kami makan lagi pas udah nyampe di Indonesia besoknya. 😅

Tibalah kami di Madinah International Airport. Kami pulang sekitar jam 11 malam menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan rute Madinah-Riyadh-Jakarta. Selama 1 jam transit di Riyadh kami tidak turun tetapi hanya menunggu di pesawat saja. Oh ya saya agak nyesel juga nih nggak bawa air zam-zam agak banyakan, karena ternyata kalau di Saudi Airlines kayaknya nggak masalah tuh bawa banyak air zam-zam di botol mineral (yang dimasukkan ke dalam koper). Berhubung saya rada parnoan akibat denger cerita orang-orang yang bilang nggak bisa bawa air zam-zam banyak-banyak di koper, jadinya saya nggak berani bawa banyak deh, males ribet urusannya nanti di bandara. Ealah ternyata di cek juga nggak tuh sama pihak maskapai maupun imigrasi bandara. 😅 Tapi ya itu tadi, kalau pake pesawat lain nggak tahu juga ya apa segampang ini atau nggak.

Saat antri di garbarata sebelum masuk ke dalam pesawat.

Demikianlah perjalanan umroh saya dan suami kali ini yang tentunya sangat berkesan bagi kami berdua. Semoga Allah SWT menerima segala amalan baik yang kami lakukan selama di sana dan sepulangnya dari sana ibadah kami juga jadi lebih meningkat dan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya, aamiin. Jujur rasanya kami ingiiin sekali kembali lagi ke sana. Pulang dari Tanah Suci itu kami sampe sempet nggak begitu antusias lagi untuk liburan ke tempat lain, maunya hanya balik ke sana aja kalau ada uangnya. 😭 Semogalah kami bisa segera mendaftar haji biar bisa balik lagi ke sana. Oh iya ada beberapa orang yang bertanya kenapa kami nggak daftar haji dulu aja daripada umroh duluan. Nah niat awalnya juga emang gitu sih sebenernya, pengennya daftar haji dulu aja baru berangkat umroh. Tapi ternyata alhamdulillah kami dapat rezeki umroh duluan, ya nggak mungkin juga kan kami tolak rezeki ini. 😊

Semoga suatu saat ada rezeki untuk kita semua berkunjung ke Baitullah ya, aamiin.

Bakal selalu kangen tempat ini. 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s