Madinah Hari 3

Di hari ketiga kami pun kembali tur bersama travel menuju Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Pasar Kurma. Kami sudah dalam keadaan berwudhu dari hotel sebelum menuju ke Masjid Quba karena “Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi masjid Quba & shalat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala umrah.” [HR. Ibnumajah No. 1402] Nah siapa sih yang bakal menolak untuk dapat pahala seperti pahala umroh??? Makanya saya tahan-tahanin sebisa mungkin supaya jangan sampai batal wudhu, sayang soalnya kalau sampai melewatkan pahala yang satu ini. πŸ˜‚

Berfoto bersama di depan Masjid Quba. Saat kami lagi berfoto ini tiba-tiba datang segerombolan burung merpati terbang ke arah kami, yang bener-bener ke atas kepala kami gitu. Kami semua langsung spontan teriak saking takjubnya, soalnya Masya Allah cantik banget loh jadinya pemandangan saat itu. 😍 *trus abis itu ditegur sih karena ribut di sekitar masjid πŸ˜‚*

Dari Masjid Quba kami pun lanjut ke Pasar Kurma bagi yang ingin membeli oleh-oleh. Saya sih nggak beli di sana karena udah beli duluan sehari sebelumnya. Memang harus diakui harga oleh-oleh di Pasar Kurma ini relatif lebih mahal, tapi saya rasa wajar karena saya perhatikan kurma-kurma yang ada di sini jenisnya bervariasi, ukurannya besar-besar, dan penampilannya bagus gitu deh, bentuknya utuh dan bersih sehingga menarik dipandang mata. πŸ˜„

Setelah membeli oleh-oleh di Pasar Kurma kami pun bergerak menuju Jabal Uhud, bukit yang kelak akan berada di surga. Nah ntah kenapa saat bus mulai bergerak ke Jabal Uhud ini saya ngantuk berat sehingga saya nggak nyadar kalau saya tertidur dan terbangun saat bus udah sampai aja gitu di lokasi. πŸ˜… Selama di sini kita diperbolehkan ziarah ke makam para syuhada yang dikuburkan di sekitar sini sekaligus sholat tahiyatul masjid di Masjid Jabal Uhud.

Dengan latar Jabal Uhud dan Masjid Jabal Uhud.

Tata cara berziarah agar tidak menyimpang.

Setelah itu kembali ke acara bebas. Nah abis Ashar entah kenapa saya bawaannya lapaaarrr berat. Pulang dari masjid saya rencana mau beli makanan aja seperti kebab atau shawarma gitu di kedai yang ada di sekitar sana. Ealah ternyata harga makanan di Madinah kok mahal-mahal yaaa, rata-rata 15-25 SR gitu. πŸ˜… Mungkin karena dijualnya paketan dengan minum kali ya makanya kelihatan lebih mahal. Masalahnya uang yang lagi saya pegang nggak cukup πŸ˜‚, akhirnya saya balik ke hotel nyari suami untuk minta uang, hahaha. Awalnya suami nyuruh beli apa yang ada aja walaupun harganya segitu, tapi saya takut kekenyangan kalo beli paket lengkap gitu toh ntar lagi juga bakal makan malam di hotel. Untung ketemu juga yang jual shawarma 5 SR, dan ternyata rasanya enaaak. Kalau menurut saya dibanding kebab yang dibeli di Mekkah, saya lebih suka yang saya beli di Madinah ini deh, lebih cocok di lidah saya. πŸ˜€

Malamnya setelah sholat Isya, saya dan ibu-ibu teman sekamar belanja lagi nyari oleh-oleh. Ealah ternyata pas larut malam kami baru nemu toko yang jual oleh-oleh paling murah di sana. Bahkan setelah saya bandingkan malah lebih murah di toko ini daripada yang di Tanah Abang. πŸ˜† Padahal udah terlanjur beli di tempat lain pula tuh, tapi ya namanya juga wanita saya pun akhirnya belanja lagi deh di sana. πŸ˜‚ Nanti di postingan terpisah aja saya nulis tentang tempat beli oleh-oleh ini ya. πŸ˜†

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s