Madinah Hari 2

Hari kedua merupakan agenda tur ke museum yang berada di sekitar Masjid Nabawi. Setelah sarapan seharusnya kami segera berkumpul di depan hotel, tapi karena tiba-tiba pintu kamar kami bermasalah dan nggak bisa dibuka dari luar saat salah satu teman sekamar mau masuk lagi ke dalam untuk ganti baju, jadinya kami sekamar terpaksa agak terlambat deh berkumpul dengan rombongan. Berhubung rombongan sudah bergerak ke pelataran Masjid Nabawi, kami pun akhirnya menyusul rombongan ke sana.

Berfoto di depan Masjid Nabawi yang cantiknya Masya Allah. 😍 Oh ya payung itu ada waktu-waktunya menguncup dan mengembang. Saya sempat menyaksikan payungnya mengembang saat habis Subuh sekitar jam 6 pagi, sedangkan saat menguncupnya sayang saya kurang tau jam berapa karena tidak melihat langsung prosesnya.

Jamaah berfoto bersama sebelum memulai tur. Ada yang bisa menemukan saya di mana? Karena saya sendiri awalnya bingung loh menemukan diri saya sendiri. 😅😅😅

Rute pertama adalah Tsaqefah Bani Saedah yang merupakan tempat pembaiatan khalifah pertama pasca meninggalnya Rasulullah SAW. Lokasinya seperti taman bunga, dan menurut ustadz pembimbing kami patut bersyukur bisa masuk ke dalam karena biasanya sih cuma sampe gerbang depan aja saking ramenya.

Cuaca sedang terik saat itu.

Di sini kami menemukan pohon kurma yang tinggiii banget! Suami seneng banget loh ngelihatnya. 😄 Btw suami saya aja tingginya 175 cm, dan itu pohon mungkin ada 4x tingginya suami deh.

Setelah itu kami menuju ke Museum Asmaul Husna. Di sini ada pembimbing dari pihak museum yang menjelaskan tentang Asmaul Husna dan saya sukaaaaa sekali mendengarkan penjelasan beliau. Rasanya merinding aja gitu kalau mengingat kebesaran Allah SWT. Keluar dari museum ini kami pun lanjut bergerak ke Museum Rasulullah. Museum ini semacam napak tilas perjalanan Nabi Muhammad SAW, sayangnya selama di sini saya kurang begitu mengerti dengan penjelasan yang diberikan, mungkin karena tidak ada pembimbing resmi dari pihak museum deh jadi penjelasannya kayak agak kurang detil aja gitu menurut saya. Plus karena terkendala waktu juga jadinya saya nggak sempet deh keliling lihat-lihat sendiri isi museumnya seperti apa dan baca-baca penjelasannya gimana, hehe.

Keluar dari Museum Rasulullah kami pun menuju Museum Al-Quran (seluruh lokasi yang saya sebutkan di atas semuanya pada berdekatan karena berada di sekitar kompleks Masjid Nabawi). Nah alhamdulillah di sini kembali ada pembimbing dari museum sehingga saya bisa cukup mengerti apa yang dijelaskan mengenai isi museum ini. Btw, khusus di museum ini ada beberapa bagian yang memang tidak diperbolehkan untuk mengambil foto ataupun memegang kaca pajangannya, dan itu langsung dijelaskan oleh pembimbing museum sebelum kita masuk ke ruangan khusus tersebut. Tapi hanya beberapa bagian aja kok yang nggak boleh, sisanya boleh-boleh aja kalau mau foto-foto sebanyak-banyaknya. 😁

Jadwal buka Museum Al-Quran.

Selesai dari tur ke museum maka kami pun kembali ke acara bebas, namun demikian jam setengah 10 malamnya jamaah wanita diminta berkumpul kembali di lobi untuk bersama-sama ke Raudhah. Nah saat acara bebas ini mulai kami sempatkan untuk belanja oleh-oleh, karena enaknya di Masjid Nabawi itu datang mepet ke mesjid saat adzan juga masih dapat tempat karena nggak serame di Masjidil Haram. 😁 Saya sendiri awalnya sih cuma pengen nemenin ibu-ibu belanja aja sambil sekalian mantau dulu kira-kira apa aja yang perlu dibeli, tapi berhubung saat itu dipertemukan dengan toko yang jual kurma dan coklat murah jadinya saya ikutan belanja juga deh. 😁

Berfoto dulu di depan salah satu pintu Masjid Nabawi selesai tur keliling museum.

Malamnya kami para jamaah wanita pun ke Raudhah, yang merupakan tempat mustajab untuk berdoa, dengan didampingi pembimbing khusus yang akan mengarahkan dan menemani kami ke sana. Harus saya akui memang butuh perjuangan untuk bisa beribadah dengan khusuk di Raudhah ini, apalagi menjaga agar kepala ini jangan sampai terinjak oleh jamaah lain saking ramenya. Tapi saya tetap bersyukur setidaknya saya bisa sholat dan memanjatkan doa di tempat mustajab ini. Semoga Allah SWT mengabulkan segala doa baik yang kami panjatkan di sini, aamiin.

Advertisements

One thought on “Madinah Hari 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s