Umroh 2017 : Keberangkatan

Alhamdulillah tidak menyangka bahwa saya dan suami akhirnya sudah selesai melaksanakan ibadah umroh yang kami lakukan pada akhir bulan Oktober lalu. Kalau boleh jujur kami masih nggak nyangka kalau salah satu impian kami untuk pergi umroh berdua akhirnya terwujud jauh lebih cepat dari yang kami bayangkan. Alhamdulillah la quwwata illa billah..

Walaupun domisili kami di Bengkulu, tapi kami menggunakan travel teman Mama saya yang berlokasi di Sukabumi bernama Shifara Tour&Travel. 😁 Kenapa kami memilih di sana, karena selain mengenal pemiliknya, harganya pun juga cukup terjangkau, yaitu Rp 19.500.000,00/orang untuk perjalanan umroh selama 9 hari. Tapi berhubung keberangkatannya dari Jakarta, jadi untuk transportasi dari Bengkulu ke Jakarta atau sebaliknya ya kami tanggung sendiri.

Awalnya saya pikir yang berangkat dengan kami ini berasal dari satu travel Shifara ini saja, tapi pas hari-H saya baru tahu kalau jamaah umroh yang berangkat ternyata berasal dari berbagai macam travel di seluruh Indonesia yang berada dalam satu naungan, yaitu AIF Group. Selain dari Sukabumi, ada juga yang berasal dari Jakarta, Palembang, Cirebon, Kotabaru (Kalimantan Selatan), bahkan Kendari (Sulawesi Tenggara). Yang sama-sama dari Bengkulu juga ada walaupun dari travel yang berbeda.

Berfoto bersama pemilik Shifara Tour & Travel (Teteh drg. Annisa, iya yang punya travel masih teman sejawat kami sesama dokter gigi) dan pemilik AIF Group (Bapak Ahmad Rizka).

Jamaah umroh berfoto bersama sebelum memulai safar.

Kami berangkat pada tanggal 24 Oktober 2017 di pagi hari. Rute yang kami tempuh adalah Jakarta-Kuala Lumpur dulu menggunakan Lion Air dan tiba sekitar tengah hari, baru malamnya kami melanjutkan perjalanan ke Jeddah menggunakan Saudi Airlines. Sesampai di Jeddah baru lanjut lagi ke Mekkah menggunakan bus selama 2 jam perjalanan dan kami pun sampai di hotel pada Subuh keesokan harinya. Walaupun perjalanannya terlihat panjang, tapi alhamdulillah bagi saya pribadi sih nggak begitu terasa kok capeknya.

Saat sedang transit di Kuala Lumpur.

Berhubung kami langsung melaksanakan ibadah umroh di hari pertama kedatangan, jadi kami pun berniat umroh di atas pesawat saat pesawat melintasi miqat Yalamlam. Nggak usah takut kelewatan, nanti sekitar setengah jam sebelum melewati miqot akan ada pemberitahuan juga kok di pesawat. Namun untuk laki-laki sebaiknya jangan terlalu mepet ketika mengganti baju dengan kain ihrom, karena setengah jam sebelum melewati miqot itu bakalan rame yang menggunakan toilet. Tapi nggak usah terlalu dini juga sih mengenakan kain ihromnya supaya meminimalisir terkena kotor ataupun najis, karena saya lihat ada beberapa jamaah pria dari travel lain yang sudah berganti kain ihrom saat transit di Kuala Lumpur. Suami saya sendiri sih berganti bajunya sejak 2, 5 jam sebelum mencapai miqot. Kalau untuk perempuan, saya sarankan sih kalau emang mau ganti baju yang lebih bersih untuk dipakai melaksanakan ritual ibadah umrohnya mendingan nanti aja pas udah sampai di hotel, toh untuk wanita kan nggak perlu pake baju khusus juga kan, cukup yang biasa digunakan sehari-hari aja asalkan menutup aurat. Tapi kalau bagi orang Indonesia kayaknya nggak afdhol kalo nggak pake baju putih rasanya ya. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s