Bermalam di Hotel Tanjung Karang Bengkulu

Akhir-akhir ini kami lagi sering bolak-balik ke kota Bengkulu, entah itu ada urusan yang harus diselesaikan atau hanya sekedar ingin jalan-jalan aja karena suntuk di rumah. Nah berhubung jalan terdekat menuju Bengkulu sekarang udah mulai mulus (dulu jalannya rusak parah, bisa dilihat di sini), jadinya terkadang kami memilih untuk balik hari aja. Tapi kalau nggak mau terlalu capek ya kadang kami nginep dulu aja di sana barang semalam. 

Btw, sebenernya dulu setiap nginap di Bengkulu kami punya satu hotel langganan yang selalu kami pilih untuk bermalam. Pokoknya hotel itu udah kayak rumah kedua lah di Bengkulu saking seringnya kami nginap di sana, dan petugas hotelnya terutama yang udah lama bekerja di sana sampai familier sama kita 😁. Tapi berhubung hotelnya lagi direnovasi jadi mau nggak mau kami harus berburu hotel lain untuk disinggahi.

Oke, balik ke Hotel Tanjung Karang. Dari awal hotel ini berdiri sebenernya kami udah tertarik ya untuk nginap di sini, karena dari luar aja udah kelihatan berasa nyaman dan bersih. Tapi berhubung saya dan suami paling malas mencoba hal baru kalo udah familier di satu hal jadinya kami emang rada maju-mundur tiap mau nyobain hotel yang satu ini. Nah, saat hotel langganan direnovasi itulah akhirnya kami memutuskan bahwa kayaknya emang ini saatnya kami mencoba untuk menginap di Hotel Tanjung Karang. Kalau nggak salah hingga saat ini udah 3 kali kami menginap di sini, dan salah dua di antaranya itu adalah saat ibu mertua datang mengunjungi kami ke Bengkulu di bulan April lalu.

Saya mem-booking hotel ini pernah dengan tiga cara, pertama datang langsung, kedua booking di resepsionis, dan ketiga via Traveloka. Kalau booking di resepsionis ternyata harus ngasih uang muka dulu, trus saya tanya lah kalau booking via telepon apa harus transfer DP juga? Jawabannya sih nggak perlu. Kalau gitu enakan booking via telpon aja kali ya. Kalau ternyata ada halangan nggak jadi bermalam kan nggak ngerasa rugi hangus DP-nya, hehe. 😁

Hotel ini bisa dibilang sangat laris loh, makanya untuk minta kamar dengan kasur tipe double bed yang posisinya di lantai 1 atau 2 suka nggak dapat. 😥 Tiga kali nginap di sini, tiga-tiganya dapat kasur dengan single bed kayak foto di atas, plus dua di antaranya di lantai paling atas pula. Dan di Traveloka emang nggak ada pilihan terpisah antara reservasi kamar dengan double bed atau single bed. Kalau hotel lain soalnya saya lihat kan terpisah gitu, jadi dari awal kita bisa langsung pilih kamar dengan kasur tipe apa yang kita mau. Oh ya hotel ini nggak punya lift ya, jadi pake tangga. Dan tangganya itu bikin kaki kram parah tiap naik-turun tangga. 😂 Mungkin saya yang kurang olahraga??? 😅 Eh tapi di hotel yang pernah saya ceritain di sini tangganya nggak bikin pegel loh. 😆

Pilihan saluran TV-nya cukup beragam, ada siaran dari luar juga.

Tarif untuk kamar standar (kalau nggak salah disebut tipe Silver) kayak ini adalah Rp 370.000,- seingat saya. Kalau booking via Traveloka bisa dapat lebih murah puluhan ribu, sekitar 290-350 ribuan. Tapi kalau via Traveloka kita nggak dapat sarapan ya. Kalau mau sarapan nambah biaya lagi sekitar Rp 30.000,-/orang. Sarapannya sendiri enak rasanya walau menurut saya nggak begitu variatif. Tapi kalau saya sih yang penting bisa sarapan aja apapun menunya. 😄  Oh ya kalau malam ada disediakan evening snack juga loh dari jam 5 sore sampai jam 10 malam. Tapi kemaren saya lupa nanya apa yang nggak dapat sarapan bisa dapat snack juga, soalnya sore sampai malam itu kami kebetulan jalan-jalan ke luar.

Kamar yang ini emang kelihatan sempit ya, padahal pas saya dapat kamar yang lain perasaan nggak sempit-sempit amat. Kayaknya emang kamar yang ini kecil deh ukurannya.

Berhubung ini hotel syariah jadi pasangan beda jenis yang hanya mem-booking satu kamar akan diminta untuk memperlihatkan buku nikah. Karena belum punya anak, saya ke mana-mana emang selalu bawa buku nikah biar nggak disangka masih pacaran. Maklum wajah kita kan awet muda, hahaha. 😄😄😄 Seperti halnya hotel syariah, di sini ada disediakan sajadah juga di tiap kamar.

Oh ya di sebelah hotel ini ada restoran yang kayaknya masih satu pemilik dengan hotel ini. Sarapan paginya pun di resto ini juga. Kami pernah nyoba makan di sini dan rasanya enak-enak aja. Harganya juga standar lah, masih terjangkau. Nah berhubung parkir restonya satu tempat dengan hotel, jadi kalau kita nggak bilang kita penghuni hotel ntar orang parkirnya bakal minta uang parkir loh. Untuk tempat parkirnya sendiri cukup luas lah, Insya Allah nggak kesulitan dapat tempat parkir kalau nginap di sini.

Ada air panas juga untuk mandi. Dan panasnya cepet langsung keluar, nggak perlu nunggu dulu.

Kekurangan terbesar hotel ini menurut saya cuma satu, wifi-nya sering mati. 😑 Untung lokasi hotelnya di pusat kota, jadi bisa dapat sinyal 4G di sini (kami internetan pake kartu Axis, apalagi yang pake kartu Telkomsel saya rasa sih bakal bisa 4G juga). Yah ujung-ujungnya terpaksa pake kuota dari ponsel aja deh untuk internetan. 😂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s