Micha

Udah 2 atau 3 hari Micha nggak pulang ke rumah. Suami mulai gelisah khawatir, sibuk mulai nyari dan nanya-nanya tetangga, tapi saya masih cuek-cuek aja. Namanya juga kucing jantan, palingan juga lagi berkelana, pikir saya saat itu.

***

Ternyata sore itu ada tetangga yang menemukan Micha udah mati di halaman rumah tetangga yang lain. Salah satu tetangga yang tahu kalo itu adalah kucing kesayangan suami langsung ke rumah dan manggil-manggil saya dan suami, tapi karena saat itu kami berdua lagi tidur jadi sama sekali nggak kedengeran kalo ada yang manggil dari luar. Sayangnya salah satu tetangga kami yang lain langsung memasukkan mayat Micha ke dalam karung, membawa dan membuangnya di jembatan sungai dekat rumah kami, tanpa mengindahkan kata-kata tetangga yang lain yang sudah mengingatkan untuk mengabari kami dulu yang mungkin saja ingin mengubur kucing tersebut.

Kami baru tau keesokan paginya. Kami pun langsung naik motor berangkat ke jembatan tersebut, berharap masih menemukan jasad Micha untuk menguburnya di rumah. Tapi nihil.

Suami hari itu tiba-tiba meriang dan demam. Saya pun nangis di rumah seharian.

***

Micha ini bulunya haluuus banget. Mungkin karena neneknya emang kucing Persia tulen, jadi nurun dari gen neneknya. Tapi si Micha ini luar biasa isengnya. Kalau ada saudara-saudaranya yang lagi nyenyak tidur, dia iseng aja nyamperin dan gangguin sampe yang lagi tidur ini kesel karena kebangun, dan akhirnya berantem deh mereka. πŸ˜‚ Micha juga suka banget garuk-garukin cakarnya di gulungan karpet yang sengaja saya tegakkan ke dinding kalo lagi nggak dipake. Dan kalau tiap dipeluk atau disayang langsung deh mendengkur. Bikin nyaman tiap denger suara dengkurannya. Suaranya juga unik, kalo didenger kayak lagi menggerutu gitu. Khas pokoknya.

Micha yang lagi bobo sama suami.

Micha (tiga dari atas) saat tidur bareng saudara-saudaranya. 😍 😘

Micha bobo di atas tudung saji. 😹

***

Kami berdua ikhlas dengan kepergian Micha, karena setiap yang bernyawa pasti akan dipanggil juga oleh Allah SWT. Tapi saya nggak tega mikirkan Micha yang tidak mendapat tempat yang layak di masa terakhirnya. Setiap memikirkan itu saya jadi nggak bisa berhenti nangis. Andai sore itu kami nggak lagi tidur mungkin kami bisa cegah Micha dibuang dan bisa kami kuburkan di halaman rumah kami. Saya sampai bilang sama salah satu tetangga kenapa nggak ditarok aja jasadnya di rumah kami (kalau emang mengganggu). Setidaknya biar kami bisa nguburkan sendiri.

***

Kangen Micha. Maafkan kami yang belum maksimal merawat Micha.

Kami sayang Micha. πŸ’”

Advertisements

2 thoughts on “Micha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s