Pantai Panjang Bengkulu

Walo udah hampir enam tahun tinggal di Bengkulu, kalo boleh jujur saya itu baru dua kali loh main beneran ke pantai di Bengkulu. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Yang pertama pas baru pertama kali menginjakkan kaki di Bengkulu enam tahun yang lalu, dan yang kedua adalah di awal bulan Desember ini. Selebihnya ya paling cuma ngelihat dari jauh aja pas lagi numpang lewat kalo lagi naik mobil. πŸ˜† Kalo nggak karena suami yang maksa pengen main ke pantai mungkin cuma sekali itu ajalah saya pernah berkunjung ke pantai di Bengkulu ini, hahaha. Yah saya ini emang paling malas keluar ruangan, tiap ke Kota Bengkulu bawaannya cuma pengen ngadem aja di kamar hotel sambil internetan. 😁😁😁

Ceritanya kami pun main ke pantai di hari Minggu pagi sebelum siangnya pulang kembali ke rumah. Jam setengah 7 pagi kami sudah gerak ke pantai menggunakan mobil (hotel kami jauh dari pantai soalnya) dan pulang sekitar jam 8 saat matahari sudah mulai terik. Di sana saya dan suami cuma jalan aja menelusuri pantai sambil foto-foto, sekaligus minum air kelapa di pinggir pantai sambil melihat aktivitas orang-orang di sekitar kami. Berhubung saat itu hari Minggu jadi emang banyaaak banget yang olahraga di sepanjang pantai, ada yang lari, ada yang sepedaan, malah ada juga yang selancaran. Saya sendiri sebenernya terbilang salah kostum sih gara-gara pake gamis, kan mayoritas orang pada pake baju olahraga tuh, tapi saya sih cuek ajalah. 😜

Oh ya, nggak heran juga sih kenapa pantai ini dinamakan Pantai Panjang, soalnya garis pantainya emang panjaaaaang banget. Ada mungkin berapa kilo dari ujung ke ujung.

Kalo mau foto-foto di area yang agak sepi saya saranin sih ke daerah pantai yang lebih ke arah depan BIM, kayak foto saya dan suami di atas ini nih. Jadi kesannya kayak serasa pantai hanya milik kami berdua aja, hahaha.

Tapi emang lokasi yang lebih heitzzz ya yang ada tulisan Pantai Panjang di atas ini, yang di depan Sport Center. Cuma kalo di sini itu rameee bangeeet. Ini aja masih kelihatan sepi karena masih agak pagian. Nggak berapa lama setelah kami foto-foto di sini area ini pun akhirnya jadi penuh juga karena ternyata tempat ini emang dijadikan arena untuk senam bersama. Saya dan suami pun ngelihatin orang-orang senam sambil minum air kelapa bulat, tapi kayaknya kami nggak bakal lagi deh minum air kelapa di sini, soalnya selain agak mahal (25 ribu berdua), terus manisnya si air kelapa ini nggak alami gitu ternyata, dikasih gula pasir satu sendok makan di dasarnya. πŸ˜‚

Oh ya kami juga nyoba naik bendi loh menyusuri pantai, tarifnya 30 ribu untuk jarak yang terbilang pendek. Tapi nggak apa juga lah, setidaknya udah pernah ngerasain plus ngasih rejeki juga ke si bapak bendinya.

Yang pasti gara-gara pengalaman ini ngebuat saya jadi pengen loh ke pantai lagi, hahaha. Kalo pagi-pagi udaranya masih sejuuuk banget, dan ternyata rasanya adem juga ngelihat pergerakan air laut ini. Saya dan suami berencana kalo kami ke Bengkulu lagi kami bakal main ke pantai lagi pagi-pagi terus nyewa sepeda biar bisa nyusurin pantai sambil sepedaan.

Advertisements

2 thoughts on “Pantai Panjang Bengkulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s