Perpanjangan Paspor

Bulan Agustus lalu saya menemani suami memperpanjang paspor di Kanim (Kantor Imigrasi) Bengkulu. Prosesnya ternyata cukup berbeda dari yang saya alami 2 tahun sebelumnya, walaupun nggak beda-beda amat juga sih sebenernya. Nah mumpung sekarang saya masih inget proses yang dilalui suami, walaupun jadwal saya memperpanjang paspor masih 3 tahun lagi sih, tapi sekalian ajalah saya bikin postingan tentang ini supaya pas giliran saya yang mau perpanjang paspor bisa tinggal lihat blog sendiri aja ntar, hehe. Itupun kalo prosesnya nggak ada perubahan yaaa. :mrgreen:

Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk memperpanjang paspor (terutama bagi yang berdomisili di Provinsi Bengkulu) :

  • Berhubung tempat tinggal kami rada jauh dari Kota Bengkulu jadi kami putuskan untuk mendaftar secara online terlebih dahulu untuk menghemat waktu kunjungan (jauh banget kalo harus beberapa kali bolak-balik ke Kota Bengkulu, 10 jam PP soalnya). Untuk mendaftar online bisa buka website ipass(dot)imigrasi(dot)go(dot)id dan pilih menu Pra Permohonan Personal. Ikuti saja tahap-tahap yang ada di sana dan isi semua data secara lengkap. Sebenernya data yang perlu diisi simpel aja sih, tapi ada satu yang membingungkan saat harus isi data masa berlaku NIK, secara e-KTP sekarang berlakunya kan seumur hidup tuh tapi sayangnya kok nggak ada pula pilihan seumur hidup di sana, jadinya kami isi agak ngasal deh untuk kolom yang itu. Anggap 5 tahun dari sekarang aja batas masa berlakunya, hehe.
  • Setelah semua data terisi hingga tahap akhir, nanti akan ada lembar untuk pembayaran ke bank yang dikirimkan ke e-mail kita. Unduh dan cetak lembar tersebut. Berhubung saat itu pilihan bank untuk pembayarannya hanya bisa ke BNI, dan di daerah tempat kami tinggal nggak ada BNI pula, jadinya saya dan suami harus menempuh 4 jam PP ke kota sebelah deh hanya untuk ke BNI doang. 😀 Btw, semenjak tanggal 1 Oktober 2016 kabarnya pembayaran sudah bisa melalui bank-bank lainnya loh dan pilihan banknya sekarang ternyata juga jauuuh lebih banyak. Untuk yang tinggal di daerah jadi lebih enak deh bisa milih bank yang emang udah ada di daerah kita aja. Oh ya untuk pembayaran ada jangka waktunya tapi saya lupa berapa hari. Kalo lewat dari jangka waktu yang ditetapkan kalo nggak salah ntar harus pra permohonan ulang lagi deh kayaknya.
  • Untuk pembayaran kami sih melalui teller (saya nggak tahu juga apa bisa melalui ATM atau nggak) sambil membawa lembar yang dicetak tadi beserta uang Rp 355.000,00 (untuk biaya perpanjang paspor) + Rp 5.000,00 (untuk biaya admin). Nanti akan diberikan 3 lembar bukti pembayaran, satu buah yang asli untuk pegangan kita dan dua buah hasil kopian dari bank untuk diserahkan ke pihak imigrasi.
  • Kembali buka e-mail yang berisi lembar untuk pembayaran ke bank, di bawahnya ada tautan yang bisa diklik. Nanti kita akan langsung diarahkan ke tahap selanjutnya.
  • Dari tautan tadi kita akan diberikan pilihan tanggal yang tersedia untuk ke Kanim. Silahkan pilih tanggal yang kita inginkan.
  • Kita akan kembali dikirimkan e-mail yang harus diunduh dan dicetak kembali untuk dibawa ke Kanim.
  • Siapkan dokumen berikut : Satu buah materai, paspor lama, KTP, KK, akte kelahiran, surat izin dari atasan, dan ijazah terakhir. Semua dokumen (kecuali materai yaaa) harus difotokopi di lembar A4, cukup satu rangkap aja, dan untuk KTP kertas hasil fotokopiannya nggak usah dipotong sesuai ukuran KTP ya, biarin aja seukuran A4. Untuk paspor lama yang difotokopi bagian identitas di halaman depan dan keterangan yang ada di halaman belakang. Oh ya di Kanim sebenernya ada fotokopian juga kok tapi lebih mahal aja dan pastinya rame yang ngantri, lebih baik sih kita udah fotokopi duluan aja. Eh tapi kalo di Bengkulu tetep harus ke fotokopian juga ding, baru inget kalo ada formulir yang perlu diisi yang adanya hanya di tempat fotokopi, hehe.
  • Jangan lupa formulir online yang udah dicetak dan bukti pembayaran dibawa juga ya! Kayaknya yang dua ini nggak perlu difotokopi deh.
  • Oh ya di formulir online-nya itu ada dibilang jangan pake baju warna putih (alasannya kayaknya untuk foto di paspor ntar), dan kalo nggak bisa datang di hari yang ditentukan ternyata kita masih bisa datang hingga 7 hari kerja ke depan loh dari yang saya baca di formulirnya. Kalo lewat dari 7 hari tersebut sepertinya harus daftar ulang lagi deh, tapi nggak tahu juga apa uang yang udah dibayar ikutan hangus atau tinggal pilih jadwal lagi aja.
  • Untuk Kanim Bengkulu, saya sarankan kita sudah datang sebelum jam 8 pagi untuk mengambil nomor antrian awal, walaupun antriannya sendiri baru mulai dipanggil sekitar jam setengah 9. Telat dikit aja udah keburu rame loh antriannya ntar. Lebih baik datang dan nunggu di awal daripada nunggu panggillan antrian yang jatuhnya sih malah jadi lebih lama, hehe.
  • Prosesnya cepet banget kok. Kemaren suami dapat nomor antrian 5 dan kayaknya sebelum jam 10 udah selesai semua deh prosesnya. Sebelum pulang kita akan dikasih lembar pengambilan paspor, kalo di Bengkulu paspor baru bisa diambil kalo nggak salah sih seminggu kemudian. Pengambilan paspor boleh diwakili kok, tinggal bikin surat kuasa aja. Contoh surat kuasanya juga ada di sana, di meja yang disediakan untuk tempat nulis-nulis.
  • Untuk pengambilan paspor di Kanim Bengkulu baru dimulai jam 10 pagi. Jadi ngak perlu datang cepat-cepat kalo mau ngambil paspor, agak siangan juga nggak apa, asal jangan pas lagi jadwal istirahat aja ya, hehe.

Paspor baru (biru) vs paspor lama (hijau), mana yang lebih teman-teman suka? Kalo saya sih lebih suka yang baru, tapi sejujurnya saya pengennya sih sampul paspor kita itu warnanya merah putih. 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s