Mudik 2016 : Lebaran

Walaupun kami berencana lebaran di Depok, tapi tanggal 3 Juli kami sekeluarga tetap berangkat ke Purwakarta untuk menghadiri pengajian 40 hari sepupu saya yang baru saja meninggal dunia akibat sakit. Sejujurnya saya sampai sekarang masih nggak nyangka kalau sepupu saya itu sudah berpulang, tapi namanya juga takdir kita tidak akan pernah tahu sampai batas mana umur kita ini di dunia.

Saya, Kakak, dan dia besar bersama di Pekanbaru. Dari sejak dia lahir sampai saya lulus SMA kami selalu main bersama. Sampai akhirnya saya kuliah ke Medan dan dia pindah dari Pekanbaru karena Mamang (Oom) saya pindah tugas bekerja. Tapi tiap ada kesempatan ngumpul kami masih tetap akrab seperti biasa. Anaknya cantik, ramah, dan murah senyum pula. Saat mendengar kabar dia tiba-tiba masuk ICU, kesembuhannyalah yang selalu ada dalam doa saya. Tapi siapa sangka bahwa bulan Maret lalu ternyata menjadi kali terakhir kami bertemu saat pernikahan salah satu sepupu kami. Siapa sangka bahwa hanya 17 tahun perjalanannya di dunia ini. Tapi itulah takdir Allah, kita semua harus siap menerimanya dan ikhlas menghadapinya. Namanya juga semua hak Allah.

Selesai acara kami menginap dulu di rumah orang tua saya di Purwakarta baru kemudian kembali ke Depok. Walaupun kami melawan arus mudik tapi saya nggak nyangka juga kalau ternyata jalan menuju Jakarta masih tetap dipadati kendaraan walaupun tidak serame arah sebaliknya. Saya pikir bakal kosong melompong ternyata nggak juga. 😆

image

Saat berangkat ke Purwakarta sempet kena macet karena orang-orang udah pada mulai mudik. Tapi cuma sampai KM 57 aja kok, setelah rest area perjalanan menjadi lancarrr.

Hari H pun tiba juga. Setelah sholat Ied, kami makan sebentar dan kemudian menuju ke rumah mertua Kakak untuk bersilaturrahim. Nggak lupa saya dan suami juga menelpon orang tua di Medan dan keluarga lainnya. Setelah itu agenda berikutnya ya di rumah Kakak aja nggak ngapa-ngapain. 😆 Suami saya malah tepar tidur seharian akibat masih gempor sisa-sisa perjalanan berangkat sebelumnya, hehe. 😂

image

Alhamdulillah tahun ini bisa sholat Ied bareng Mama dan Kakak lagi setelah 10 tahun lebih nggak ada kesempatan untuk sholat bareng.

Awalnya sih kami berencana hari kedua mau ke Purwakarta dan sekaligus berangkat bareng keluarga besar ke Bandung untuk mengunjungi keluarga Nin (Nenek) di sana. Tapi ternyata Bibi saya nggak bisa karena ada acara dari keluarga besar pihak si Oom (suaminya), dan Papa saya setelah telfonan sama keluarga besarnya malah mendadak memutuskan untuk berangkat ke Surabaya menghadiri reuni keluarga yang emang biasa diadakan di bulan Syawal (untuk tahun ini diadakan di hari kedua lebaran), padahal sebelumnya sih niat awalnya emang nggak pergi. Jadilah saya dan suami berubah rencana, hari kedua lebaran jadinya langsung berkunjung ke rumah salah satu Inyik (Kakek) suami yang tinggal di Jakarta. Sebelumnya kami berencana ke sana masih besok-besoknya gitu sih, tapi untung juga bisa jadi lebih cepat. Alhamdulillah kami masih diberikan kesempatan untuk bersilaturrahim dengan beliau.

Hari ketiga, kami sekeluarga pun berangkat ke Purwakarta. Tapi karena berangkat dari Depok kesiangan, kami malah jadi batal berangkat ke Bandung karena denger kabar kalo Bandung macet bangettt. 😂 Rencana bertemu sahabat saya di Bandung pun juga jadi batal deh. 😥 Yah moga-moga ada kesempatan lain kali lagi untuk kita bisa bertemu yaaa.

Akhirnya beberapa hari di sana kami cuma keliling-keliling Purwakarta aja deh. Nyekar ke makam Aki, Ninik, dan Uwak yang sudah berpulang duluan, beli oleh-oleh khas Purwakarta di daerah Kaum, dan ngelihat kolam orang tua saya di daerah Wanayasa. Ternyata kolam orang tua saya itu jauh juga yaaa. Mana jalanannya macet karena orang-orang Purwakarta pada jalan-jalan ke Danau Wanayasa. Perjalanan pun kami tempuh sekitar 3 jam bolak-balik jadinya (padahal kata si Mama sih biasanya nggak selama itu). Tapi pulang dari sana kita alhamdulillah malah dapat bekal banyak pisang, ubi, singkong dari kebun, dan ikan gurami yang ukurannya besarrr bangeeet yang diambil dari kolam si Mama. Pulang dari sana kita sekeluarga besar jadi makan-makan deh di rumah Bibi saya. 😁

image

Tempat Aki dikuburkan.

image

Danau Wanayasa

image

Wefie yang blurrr 😅

image

Ikannya gede banget! Kepalanya aja udah hampir seukuran piring loh.

Hari Minggu kami pun kembali ke Depok karena hari Selasa-nya kami sudah harus kembali gerak pulang ke Bengkulu. Tapi sebelumnya kami mau mampir dulu di rumah Oom dan Bibi saya di Bekasi. Berhubung hari itu diprediksi bakal jadi puncak arus balik, kami pun memutuskan untuk tidak mengambil jalan lewat tol dan menempuh jalan biasa. Ternyata banyak juga yang berpikiran sama seperti kami jadi jalanan tetap rame juga. 😂 Tapi alhamdulillah perjalanan tetap terbilang lancar, dalam 3 jam kami pun sampai juga di rumah Bibi saya. Eeeh ternyata tanpa direncanakan Mamang saya juga ke Bekasi, dan mendengar kabar itu Kakak saya pun jadi ikut meluncur juga deh ke tempat Bibi saya. Alhamdulillah hari itu kami jadi bisa kumpul keluarga besar lagi deh.

image

Alhamdulillah masih bisa kumpul sebelum semua kembali ke daerah tempat mencari nafkah masing-masing, hehe.

Cerita yang berhubungan dengan mudik 2016 :
Pertama
Kedua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s