Penghuni Baru (Lagi)

Ceritanya sebulan terakhir ini ada seekor anak kucing yang tiap jam praktek selalu mampir main-main ke dalam ruangan praktek. Awal-awalnya sih dia masih agak liar dan nggak gitu mau disentuh, mampirnya cuma bentar aja (masuk lalu langsung keluar lagi), tapi lama-lama mainnya jadi agak lamaan, mulai datang kalo dipanggil, dan mau dimanja-manjain. Suami pun tertarik untuk ngebawa si kucing pulang ke rumah, apalagi si kucing ini betina (berhubung kucing kami mayoritas jantan jadi pas musim birahi kasihan juga ngelihat para jantan nggak bisa menyalurkan nafsunya hehe), tapi saya ragu untuk langsung ngambil tanpa tau siapa pemilik sebenernya, manatau si kucing ada yang punya dan ntar pemiliknya jadi kecarian pula kan.

Nah pas kami tau dari tetangga sekitar kalo kucing ini emang nggak punya pemilik (eh sebenernya ada sih pemiliknya tapi tuannya ngerasa terganggu sama kehadirannya dan malah seneng pas tau si kucing mau kami bawa pulang), kami pun memutuskan untuk ngebawa dia pulang pas selesai praktek. Ealaaah, sampe berhari-hari kami nggak berhasil ngebawa dia pulang, soalnya walopun pas jam praktek dia masih nunjukin muka sama kami, pas kita mau pulang dia malah nggak kelihatan sama sekali. 😕 Akhirnya beberapa hari lalu pas dia muncul ke praktek dan kebetulan pula dia tiba-tiba masuk ke dalam lemari ya udah langsung kami tutup aja pintu lemarinya (tapi dibuka dikit kok biar ada udara masuk). Tapi denger eoangannya saya jadi nggak tega 😥 , jadinya saya keluarin lagi deh dan pasrah kalo pas kami pulang dia nggak kelihatan lagi. Pas tinggal dua pasien yang ngantri, ternyata sang (mantan) tuan datang ke praktek ngebawa karung beras bekas yang isinya si kucing, alhamdulillah malam itupun kami akhirnya berhasil ngebawa dia pulang ke rumah barunya (alias rumah kami).

Awalnya perawat di praktek pengen ngasih nama si anak kucing itu dengan nama Ola, tapi saya nggak acc karena dua orang tetangga kami namanya juga Ola, kan nggak enak sama tetangga kalo kami kasih nama kucing sama dengan nama mereka. 😳 Trus suami mau ngasih nama Sasa, tapi saya protes lagi karena anak tetangga sebelah rumah namanya Caca, kan rada mirip juga. Akhirnya suami mutusin lagi ngasih nama Mako, tapi sayanya kebalik terus manggil dia jadi Moka. Ujung-ujungnya, kami putuskan untuk menamainya dengan nama Sissy. Kenapa Sissy? Karena pas kami coba manggil dengan nama Mako atau Moka, dia cuek aja, eeeh pas saya manggil dengan nama Sissy (alternatif dari Sasa yang diganti huruf vokalnya dengan i) kupingnya malah gerak ke arah suara saya trus dia noleh loh! Nggak cuma sekali saya coba tapi beberapa kali pula. Ternyata kamu tuh tahu kamu maunya dinamain apa ya, Sy??? 😆

Nah seperti biasa, tugas pertama yang harus kami lakukan pas bawa kucing baru ke rumah pertama kali adalah ngenalin dia ke kucing-kucing yang lain sekaligus mengakurkannya. Sejauh ini Sissy masih waspada dengan yang lain, walo kadang-kadang bisa akur sama Goldy dan Una. Sama Goldy malah si Sissy udah mau bobo bareng dan mau dijilat-jilatin juga loh. Yah namanya juga masih hari-hari pertama ya jadi masih adaptasi dulu, ke depannya saya dan suami yakin Sissy bakal akur juga kok dengan kucing-kucing yang lain. Una aja sekarang bisa akur sama semua kok.

Btw, Sissy ini manjaaaaaaaaa banget sama suami loh. Dia pasti lebih milih nemplok sama suami daripada sama saya! :-/ Adududu, kamu kecil-kecil kok udah genit sih? :-/ Trus si Sissy ini juga nggak mau keluar rumah, maunya di dalam aja, beda sama Una yang berharap bisa dikasih main ke luar, padahal Sissy ini kan kucing kampung, sedangkan Una kucing blasteran. 😕 Oh ya dari yang kami perhatiin, semenjak kehadiran Sissy si Una jadi makin manja loh sama saya, yang kemaren-kemaren awalnya rada cuek entah kenapa sekarang bawaannya jadi lebih sering nemplok aja dia sama saya. Apa jangan-jangan si Una ini cemburu kali ya tahu kalo sekarang dia punya saingan berbagi perhatian??? 🙄

image

Setiap kucing kan biasanya ada daerah kekuasaannya tuh. Kalo si Sissy ini daerah kekuasaannya itu ada di atas kasur, tepatnya di sekitar tumpukan bantal, guling, dan bed cover *tau aja dia mana bagian yang empuk ya* ^^'

Advertisements

8 thoughts on “Penghuni Baru (Lagi)

  1. kutukamus says:

    Sepertinya kucing memang punya cara untuk ‘sadar waktu’ ya. Setiap jam 8 malam ada sepasang kucing (liar) yang nyaris tidak pernah absen datang (rumah kami sedemikian rupa sehingga kucing bisa keluar-masuk sesukanya). Lumayan, sejak ada mereka, rumah jadi bebas tikus. 🙂

    • arinidm says:

      Iya bener banget, gara-gara saya dan suami melihara banyak kucing, tetangga juga pada bilang kalo populasi tikus di lingkungan perumahan kami jadi jauh berkurang sekarang, padahal lingkungan kami dikelilingi sawah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s