Ketika Kucing Kami Telah Menyelamatkan Hidup Kami

Tulisan ini sebenernya udah rada lama nangkring di draft karena kejadiannya juga udah dari jaman puasa kemaren, tapi berhubung baru sekarang ada mood untuk nyelesein tulisannya jadi harap maklum la ya baru diposting sekarang, hehehe. :mrgreen:

Selama ini saya pikir hanya anjing aja loh yang saya anggap bisa diandalkan untuk menjaga tuannya ketika tuannya menghadapi hal-hal yang membahayakan. Ternyata kucing juga sangat bisa diandalkan!

Jadi ceritanya kucing-kucing kami ini kan emang sering tidur bersama kami di dalam rumah walaupun nggak setiap hari mereka hadir semua dalam formasi lengkap. Berhubung rumah kami bentuknya masih kayak kamar kos-kos-an (alias nggak ada sekat sama sekali), jadi kami semua selalu tidur di ruangan yang sama walaupun nyebar di berbagai tempat, ada kucing yang milih ikut tidur bareng kami di kasur, ada yang milih di lantai, atau ada yang milih di bagian atas salah satu kasur tidak terpakai yang sengaja kami tegakkan bersandar ke dinding, pokoknya terserah masing-masing deh, yang penting semuanya ada aja di dalam rumah kami yang masih kecil itu.

Malam itu suami saya lagi ikut pengajian, dan karena saya tahu dia biasanya pulang ngaji rada malaman dan sayanya juga kebetulan udah keburu ngantuk, jadi saya putuskan untuk nggak nunggu dia pulang dan langsung tidur duluan. Seperti biasanya, sebelum tidur saya sempat merhatiin dulu kucing-kucing yang kebetulan malam itu ada semua di dalam rumah di posisinya masing-masing (itu emang udah jadi kebiasaan saya kalo sebelum tidur ngecek dulu tiap kucing posisinya ada di mana hehe). Semua kucing saat itu udah pada tidur, kecuali Milky yang masih sibuk ngejilat-jilatin badannya di atas kasur.

Jam 2 pagi suami pun pulang ke rumah. Saat pulang suami sempat merhatiin kok si Milky bersikap waspada gitu ya di depan TV (posisi TV pas di depan kasur), tapi suami pikir mungkin dia sedang main-main ngejar-ngejar cicak gitu, jadi ya suami cuek aja. Emang sih suami sempat denger si Milky ngeluarin suara “khaaaak” gitu (alias suara khas kucing kalo lagi mempertahankan diri), dan suami pun sempet nanya pula ke Milky, “Ada apa Ky???” (yang pastinya akan dijawab dengan tanpa jawaban lah ya kan πŸ˜† ), tapi ya suami saat itu emang nggak kepikiran yang macem-macem. Suami pun langsung matiin lampu dan bersiap untuk tidur karena jam 4 kan udah harus segera bangun lagi untuk sahur. Nah, saat suami sedang bersiap tidur itulah tiba-tiba dia kaget karena mendengar suara desisan. Segera ia menghidupkan lampu dan melihat ke arah yang dilihat Milky selama ini.

Ternyata ada ular berwarna hitam yang berukuran lumayan besar di bawah rak TV! Diameternya seukuran dua jari dan panjangnya mungkin lebih dari satu meter.

Suami saya pun heboh membangunkan saya. Awalnya saya masih ogah-ogahan bangun karena saya pikir paling ularnya ular sawah ukuran kecil seperti yang sebelumnya pernah masuk ke dalam rumah (ini udah ketiga kalinya rumah kami dimasukin ular karena kebetulan area perumahan kami masih dikelilingi dengan sawah). Tapi saat saya lihat sekilas ke arah bawah, mata saya langsung terbuka lebar saat melihat kalo ularnya ternyata besar jugaaa. 😯

Suami pun langsung mengambil sekop tetangga yang alhamdulillah banget kebetulan aja lagi diletakin di samping rumah kami. Karena kami berdua mulai heboh, kucing-kucing lain yang awalnya masih terlelap dengan nyenyak pun akhirnya terbangun walau belum menyadari betul apa yang sedang terjadi. Milky sendiri tetap siaga berada di hadapan si ular.

Suami pun mencoba menghalau ular tersebut dengan sekop yang dia pegang. Saat itulah si ular ikut mempertahankan diri, mengangkat kepalanya, mengembangkan leher, dan ternyataaa… dia adalah ular kobra!

Spontan saya ketakutan, kaki suami pun bergetar juga dibuatnya. Goldy dan Bolt pun akhirnya pada ‘on’ dan siaga mendekati si ular (Nino cuma nguap, ngedip-ngedipin mata, trus lanjut tidur lagi! Memanglah si Nino ini kucing pengangguran sejati, ckckck). Milky malah mulai mencoba menghadapi ular tersebut sendirian. Kami sampai teriak-teriak menyuruh mereka untuk menjauh karena kami takuuuuut banget mereka mati dipatok si ular. Tapi mereka tetap aja nekat menghadapi ular tersebut. πŸ˜₯

Di situasi gawat darurat tersebut, saking ketakutannya saya ternyata malah kebelet dan sempat-sempatnya minta time-out ke suami untuk ke WC dulu. -_____-”

Setelah saya keluar dari kamar mandi, suami pun kemudian melanjutkan memburu ular tersebut dibantu oleh kucing-kucing kami (walo kami tetap teriak-teriak ke mereka untuk menjauh). Untungnya (dan sangat saya syukuri sekarang) suami saya itu hobi banget nonton film-film dokumenter tentang fauna di Animal Planet, NatGeoWild, dan semacamnya, jadi alhamdulillah banget suami pun jadi punya bayangan apa yang harus dilakukan untuk membunuh ular tersebut. Iya, satu-satunya opsi suami cuma membunuh bukan mengusir atau menangkap, secara ini ular kobra gitu loh…

Saya yang ketakutan pun minta izin ke suami untuk keluar rumah, soalnya saya mikir dengan ruangan sekecil ini kalau saya terpojok saya kan nggak punya senjata pertahanan diri masalahnya, jadi saya pun terbirit-terbirit pergi keluar dan menunggu di depan rumah tetangga sebelah dengan harap-harap cemas.

Nggak berapa lama menunggu akhirnya saya melihat si Bolt keluar dari rumah dan menghampiri saya. Lalu menyusul suami saya sambil memegang ekor si ular yang masih menggelepar diiringi Milky dan Goldy. Huaaaaa leganya saya ngelihat mereka semua akhirnya baik-baik ajaaa… πŸ˜₯

Karena kecapekan, suami cuma ngeletakin si ular yang lagi sekarat di halaman depan rumah, yang kemudian langsung jadi bahan mainan para kucing. ^^’ Saya kaget karena ternyata ularnya lebih panjang dari perkiraan saya sebelumnya. Saya sampai kepikiran kalo saya ketemu ularnya pas saya masih sendirian di rumah udah nggak tahu lagi saya apa yang harus saya perbuat… πŸ˜₯

Saat saya masuk kembali ke dalam rumah, astagaaa darah si ular bercecer di mana-mana, ga cuma di lantai tapi juga sampai ke dinding. Luar biasa juga pertarungan suami dan para kucing versus si ular ini ternyata ya. 😯 Berhubung kami nggak ada mood sama sekali untuk langsung ngebersihin rumah, kami pun ngebiarin aja kondisi rumah apa adanya (baru dua hari kemudian kami akhirnya ngebersihin rumah secara total). Saya sendiri sih langsung lanjut tidur lagi karena takut telat bangun sahur. Kalo suami malah nggak bisa tidur saking masih waspadanya. Kalo para kucing? Selain Nino yang dari awal emang tetep tidur, kucing-kucing lain entah kenapa juga ikut waspada ngelihatin rumah loh, terutama si Milky. Semua pada berjaga di posisinya masing-masing.

Semenjak kejadian ini, yang awalnya kami rada cuek kalo semua kucing pada nggak pulang karena masih asik main di luar, mulai saat itu kami berdua mewajibkan para kucing untuk harus tidur di dalam rumah setiap malam, minimal harus ada satu aja yang ikut tidur bareng kami di dalam, dan kalo bisa itu si Milky. :mrgreen: Pokoknya sekarang setiap malam kami panggilin itu satu-satu nama kucing untuk ngajak mereka masuk ke rumah. πŸ˜€

Bersyukurnya kami memiliki kalian para kucingku… 😘😘😘

image

Pahlawan kami sedang mengamati hasil penemuannya

Btw, pas Lebaran kami kan berkunjung ke salah satu rumah salah satu keluarga yang kami hormati di sini, rumahnya kebetulan ada di jalan utama yang jaraknya kira-kira 500 meter dari rumah kami. Nah di situ si Bapak cerita kalo rumahnya sering kedatangan ular kobra juga (dan yang ngelawan si ular juga kucing keluarga tersebut loh), dan kebetulan beberapa waktu sebelumnya di daerah belakang rumahnya ada yang lagi bikin fondasi rumah. Tukang yang ngebangun rumah tersebut ternyata nemuin banyak telur kobra loh di tanah yang lagi dibangun tersebut! Rupanya daerah kami ini termasuk habitat ular kobra juga ya.

Advertisements

8 thoughts on “Ketika Kucing Kami Telah Menyelamatkan Hidup Kami

  1. Felicity says:

    Wah, merinding baca ini…..ngeri sama si ular cobra dan salut sama keberanian para kucing (kecuali si Nono, dia mah payah, tidur melulu kerjanya yah) dan keberanian suami Arini. Secara ular cobra bahaya baget, ngga kebayang kalau kena gigit dan cari pengobatannya, amit2x.

    Mungkin musti ada mekanisme pencegahan dan pertahanan (apaan sih bahasanya :D) buat mencegah supaya ular nggak masuk ke rumah. Kalau saya jadi kamu pasti langsung minta pindah karena takut banget sama ular apalagi cobra.

    Take care there ya. Salam but si Milky…. πŸ™‚

    • arinidm says:

      Iya Mbak, lupa juga diceritain di atas, setelah kami telusuri ternyata si ular bisa masuk ke dalam itu lewat lobang yang biasa dimasukin kucing kalo mau masuk ke dapur, terus ditambah pintu dari dapur ke dalam rumah celah bawahnya ternyata besar juga. Jadi sekarang celahnya tiap malam disumpelin handuk biar gada lagi yang bisa masuk Mbak hehe. Dipikir-pikir karena kuasa Tuhan juga kami bisa selamat Mbak, nggak kebayang kalo malam itu kami nggak ada yang nyadar ada ular kobra di dalam rumah. πŸ˜₯ Btw Milky salam balik dengan mengucapkan miauw-miauw Mbak, hihi

  2. Alris says:

    Itu ternyata Milky lagi waspada. Kita aja yang gak ngeh, πŸ™‚ Untung ada kucing ya.
    Sekedar berbagi, tebar garam di lobang atau tempat yang mungkin masuknya ular.

    • arinidm says:

      Itulah Mas kitanya nggak ngeh. Oh iya jadi inget buat nebar garam Mas, pas awal-awal setelah kejadian saya rajin juga nebar garam di pintu depan dan belakang tiap malam, lah sekarang kok malah jadi lupa. Makasih udah ngingetin Mas πŸ™‚

  3. heywabbit says:

    salam kenal mba, aku bacanya deg deg an tapi sempet cekikikan gara gara Nino yang molor terus dan mbak yang sempet time out :’))
    Semoga gak akan ada ular nyasar lagi ya mba. salut buat pasukan kucing mba.

    Aku gak pernah kepikiran untuk pelihara kucing, tapi sejak anakku lahir barengan sama kucing kampung yang melahirkan dua anak kucing persis di teras rumahku (sayang mereka hilang gak pernah balik minta makan sejak bulan lalu) aku jadi suka sama kucing :’)

    • arinidm says:

      Hai hai, salam kenal juga. Samaaa, aku juga dulu ga suka kucing loh, baru setahunan ini aja suka ma kucing. Jaman kecil dulu meliharanya malah anjing, tapi gara-gara suami juga yg maksa pengen melihara kucing, eeeh akhirnya malah jatuh cinta berat hihi. Iya bikin sedih jg kalo mereka ga balik lg, kucing pertamaku sekarang udah ga balik lagi ke rumah udah berapa bulan ini. πŸ˜₯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s