Keraguanku Membuatku Memutuskan

Ada yang perhatian nggak kalo postingan saya tentang reksadana tiba-tiba hilang dari peredaran akibat saya jadikan “private” semuanya??? (Update: Sekarang udah di-password protected aja).ย Kalo nggak juga nggak papa siiih, berarti saya aja yang kege-eran, hahaha. :mrgreen:

Yak, akhir-akhir ini saya sedang mengalami semacam pergolakan batin gitu dengan si RD ini. Awalnya sih saat saya tiba-tiba kepikiran untuk nulis tentang kenapa saya yakin untuk investasi di RD gara-gara suami saya nanya apa RD ini emang bener-bener nggak mengandung riba atau nggak. Nah gara-gara pertanyaan suami itu, saya yang awalnya cuek-cuek aja dengan RD saya jadi mulai ngoprek-ngoprek lagi tentang produk RD yang saya pilih. Saat ngoprek-ngoprek inilah keyakinan saya yang sebelumnya yakin 100% dengan kehalalan RD syariah ini mulai meluntur. Jujur saya jadi mulai ada keraguan sedikit. Tapi saat itu saya masih maju terus pantang mundur mencari pembenaran, saya tetap kemukakan ke suami alasan-alasan kenapa saya masih tetap investasi di RD.

Tapi, makin ke sini kok saya jadi makin ragu ya? Saya pun kembali ngoprek-ngoprek info tentang RD pilihan saya, hingga akhirnya saya kembali membaca laporan keuangan dari RD tersebut dengan lebih teliti, walaupun sejujurnya saya juga nggak ngerti sih dengan apa yang saya baca, hehehe. Dan di situlah saya menemukan hal yang memastikan keraguan saya. RD tersebut ternyata juga berinvestasi di produk perbankan, seperti deposito contohnya. Lah kan hal-hal kayak gini yang lagi saya dan suami coba hindarin.

Setelah saya berdiskusi dengan suami, kami pun memutuskan kalau emang ragu ya sudahlah tinggalkan saja. Pilih yang aman-aman saja lah, yang emang sudah pasti sesuai syariah agama.

Langkah selanjutnya, saya memutuskan untuk mau berhenti investasi di RD, me-redeem semua dan memindahkannya ke produk lain (rencananya diganti dengan membeli emas secara tunai), dan menutup rekening Commbank saya (karena kalo nggak ditutup biaya administrasinya akan dikenakan terus walaupun tidak ada uang dalam rekening tersebut). Berhubung saya belum bisa melakukannya secara segera karena di provinsi domisili saya tidak ada cabang Commbank, moga-moga bulan depan saya bisa menyelesaikan semua urusan tersebut karena saya dan suami berencana berkunjung ke Pekanbaru.

Jadi untuk teman-teman yang sudah berkenan follow blog saya karena tulisan-tulisan saya tentang reksadana (harus diakui blog stats saya jadi cepat melonjak naik setiap harinya akibat si RD ini), dan yang sering nanya-nanya ke saya tentang RD ini, saya mohon maaf ya sudah mengecewakan teman-teman semua. Karena saya nggak mau menjerumuskan temen-temen (terutama yang Muslim/ah) ke dosa kalo ternyata RD walopun syariah ini emang beneran nggak sesuai syariah dan mengandung unsur riba.

Advertisements

9 thoughts on “Keraguanku Membuatku Memutuskan

  1. alrisblog says:

    Saya gak tertarik sama RD, sekeras apapun orang teriak tentang kehalalannya. Bank bagi saya diusahakan cuma untuk lewat gaji doang, hehehe…
    Kalo saya mau beli sapi aja, digemukkan sama yang memelihara, nanti untung bagi dua, setelah dipotong modal tentunya. Saya berfikir ini saling menguntungkan.
    Kalo ada duit banyak saya mau jual beli tanah, rumah atau buat kost-kostan, ๐Ÿ™‚

  2. tauficky says:

    Assalamualaikum mba Arini
    Maaf ada bbrp hal yg ingin saya tanyakan mengenai alasan mba menarik diri dari reksadana syariah, di blog mba menyebutkan kalau di reksadana tersebut ternyata berinvestasi di deposito jg, apakah mba sudah menanyakan ke MInya itu deposito konven atau syariah? Krn merujuk kpd fatwa MUI mengenai reksadana syariah Bab IV pasal 7 ayat 2 poin b, bahwa deposito syariah termasuk kedalam instrumen yg diikutsertakan dlm reksadana syariah (http://www.dsnmui.or.id/index.php?mact=News,cntnt01,detail,0&cntnt01articleid=21&cntnt01origid=59&cntnt01detailtemplate=Fatwa&cntnt01returnid=61),
    dan di fatwa lain MUI, deposito syariah jg termasuk instrumen yg diperbolehkan dlm islam (http://www.dsnmui.or.id/index.php?mact=News,cntnt01,detail,0&cntnt01articleid=4&cntnt01origid=59&cntnt01detailtemplate=Fatwa&cntnt01returnid=61)

    Apabila ternyata itu deposito konven, apakah mba sudah melapor ke dewan pengawas syariahnya?bila perlu bisa lapor ke dewan syariah nasional agar lembaga keuangan tersebut ditindak sebagaimana mestinya krn telah melakukan penipuan terhadap masyarakat.

    Pada intinya saya seprinsip dengan mba Arini yaitu saya sangat sangat menghindari riba, hanya khawatirnya ada fakta2 lain yang blm saya ketahui kalau reksadana syariah ini masih mengandung riba, sehingga saya mengharapkan mba Arini bisa menyebutkan fakta2 kuat tersebut, krn apabila benar adanya maka saya pun akan menjauhi diri dr RD syariah ini, dan mba Arini pun mendapatkan pahala karena berhasil menyelamatkan satu org lg bahkan ribuan org yg membaca blog mba dr jurang riba. Namun saya tetap mengapresiasi kehati-hatian yang mba Arini terapkan.

    Semoga berkah dan rahmat Allah selalu menyertai mba Arini sekeluarga

    • arinidm says:

      Waalaikumsalam Mas Tauficky,

      Depositonya syariah kayaknya Mas, tapi sejujurnya saya masih kurang yakin juga dengan deposito syariah. Selain itu saya jujur kurang yakin bagaimana caranya MI mengelola uang kita agar kita bisa mendapatkan keuntungan. Jadi karena alasan sederhana aja sih saya memutuskan untuk nggak di RD lagi, yaitu karena masih kurang yakin aja Mas. ๐Ÿ™‚ Nggak seyakin kalo bagi saya vaksinasi itu nggak haram *saya pro-vaksinasi* (nggak nyambung sih dengan cerita kita tapi saya bingung cari analoginya, hehehe).

      Btw sekarang saya investasinya udah beralih ke yang menurut saya lebih jelas bagi keluarga saya Mas, yaitu di Lambbank dan IGrow milik Bpk Muhaimin Iqbal. Silahkan di-google aja kalo ingin tahu Mas, hehe. ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s