Naik KRD ke Purwakarta

Akhir Desember lalu merupakan pertama kalinya saya menggunakan kereta api menuju kampung halaman Mama saya di Purwakarta, Jawa Barat. Biasanya sih naik kendaraan pribadi rame-rame sekeluarga, tapi berhubung kemarin itu saya berangkat hanya berduet maut dengan Mama jadi kami putuskan untuk naik kereta aja. Kebetulan kalo si Mama sih udah beberapa kali pulkamnya naik kereta jadi saya tinggal ngikut aja caranya gimana, hehe. Btw, pilihan kereta dari Jakarta menuju Purwakarta (atau arah sebaliknya) ini ada beragam ya, cuma kali ini kami naik KRD yang tarifnya paling murah, cuma TIGA RIBU saja. :mrgreen:

Naaah berhubung tarifnya cuma tiga ribu, jadi jangan berharap terlalu tinggi soal kenyamanan lah yaaa, karena ya sesuailah ama harganya, hahaha. Yang pasti yang paling terasa sama saya adalah saya bener-bener ngerasa berkuaaahhh, alias keringetan bangeeet. Emang sih ada 6 buah AC dalam satu gerbong, tapi yang bisa hidup paling cuma dua. Mana jendelanya yang nggak bisa dibuka sama sekali lagi jadi nggak bisa berharap ada angin dari luar yang masuk ke dalam deh. Cerita semakin lengkap pas perjalanan pulang dari Purwakarta kembali menuju Jakarta, keretanya pake acara ngaret ampe dua jam pula! Kami hampir aja memutuskan batal balik hari itu karena takut kemalaman sampai di Jakarta, tapi pas Bibi (Tante) saya baruuu aja sampai di stasiun untuk menjemput kami pulang ke rumahnya, eeeh pas keretanya ternyata datang juga. 😆 Ya udah deh kami akhirnya tetap balik ke Jakarta. Yang sedikit lucu ada seorang Nenek yang mau bawa cucunya ke Cikampek. Pas tahu keretanya ngaret gini ampe komen kalo tadi naik angkot mungkin mereka udah sampai dari tadi, secara Cikampek itu sebenernya jaraknya cukup dekat dari Purwakarta ya. Kirain telatnya cuma sebentar makanya ditungguin tapi nggak tahunya ampe selama itu. 😀 Tapiii namanya juga cuma tiga ribu yaaa, masa maunya murah tapi fasilitas bintang lima. 😆

Secara keseluruhan saya sih asik-asik aja naik kereta ini dan masih memaklumi segala kekurangannya (ingat, ini TIGA RIBU loh 😆 ). Palingan yang bikin suntuk cuma keringetannya aja, dan perjalanan yang agak lama karena berhenti di tiap stasiun. Biar nggak suntuk saya sarankan pilih duduk di bawah posisi AC (dan pastikan cari AC yang nyala 😆 ) dan bawa gadget juga, toh nggak perlu takut lowbatt karena ada colokan listrik di tiap deretan bangku (mantap juga loh sekarang di kereta ekonomi pun udah ada colokan listrik, perlu diapresiasi). Tapi next time kalo harus naik kereta lagi saya kayaknya bakal nyoba kereta yang harganya lebih mahalan dikit deh, KA Serayu misalnya. Atau naik bus sekalian yang jelas lebih berasa AC-nya. 😆

Tumpukan gerbong di Stasiun Purwakarta. Kata kakak dan abang ipar saya harusnya gerbong ini dibagusin dan difungsikan jadi kamar hotel kayak di Safari Lodge, Taman Safari, kan unik tuh, kayak berasa tidur di karavan. Saya pikir, iya juga ya. 😀

Jadwal KRD Jakarta-Purwakarta bisa dilihat di sini.

Advertisements

3 thoughts on “Naik KRD ke Purwakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s