Berani Bermimpi Besar dan Optimis Untuk Dapat Meraihnya

Gara-gara membaca blog salah satu teman tentang keberanian dalam bermimpi, saya jadi merenung lagi tentang perjalanan hidup saya ini. Saya menyadari dari dulu saya orang yang banyak keinginan tapi tidak melakukan apa-apa dan agak pesimis, dan termasuk orang yang agak takut bermimpi terlalu tinggi karena takut terpuruk kalau sampai tidak jadi kenyataan. Selain itu, setiap saya ingin melakukan sesuatu kadang saya terlalu memikirkan perasaan orang-orang terdekat saya, terutama orang tua saya, apakah mereka setuju dengan apa yang akan saya lakukan atau tidak, tanpa memperjuangkan dahulu kalau saya benar-benar menginginkannya. Akhirnya saya menjadi orang yang plin-plan, setiap punya keinginan pasti gampang berubah karena melihat situasi dan kondisi yang ada (dan apakah sesuai dengan keinginan orang lain atau tidak). Padahal ini sebenarnya adalah sikap yang salah.

Suami sayalah yang selalu mencoba membuka wawasan dan mengubah mindset saya tentang bermimpi besar dan optimis kalau kita akan meraihnya. Suami saya sendiri adalah contoh nyata tentang bagaimana seseorang akhirnya bisa mewujudkan apa yang dia impikan. Dia selalu bercita-cita menjadi seorang dentistpreneur, dokter gigi yang juga pengusaha. Dia memang tidak ingin menggantungkan penghasilannya sepenuhnya dengan hanya menjadi dokter gigi. Dia selalu bilang bahwa kita harus punya penghasilan pasif untuk mempersiapkan diri jika suatu saat terjadi sesuatu yang mengakibatkan kita tidak bisa praktek lagi. Dan dia sangat terobsesi ingin memiliki usaha di bidang perkebunan, karena menurut pendapatnya kalau alam itu memang sudah disediakan oleh Allah SWT untuk dikelola manusia jadi tinggal manusianya saja yang memberdayakan agar bisa menghasilkan. Saat awal menikah dia pernah mengatakan ingin punya kebun seluas 5 ha, yang kemudian meningkat menjadi 10 ha, dan keinginannya itu benar-benar ditulis dan terpampang di layar hp bututnya itu.

Jujur, awalnya saya dan mertua sempat skeptis dengan keinginan suami ini setiap dia begitu antusias menceritakan segala impiannya, karena menurut kami keinginannya itu agak muluk mengingat kondisi keuangan kami sebagai keluarga baru yang masih ngos-ngos-an. Apalagi dalam perjalanan suami menggapai impiannya kami sampai ditipu oleh orang, dan parahnya kami ditipu oleh orang yang kami anggap orang dekat ketika dalam pencarian tanah untuk kebun ini. Dan parahnya lagi kok bisa-bisanya kami ditipunya gak cuma sekali dan dengan orang yang berbeda-beda pula! Pelajaran yang bisa dipetik, ternyata kita nggak bisa gampang percaya dengan orang, walaupun orang tersebut sudah kita anggap dekat dengan kita.

Saat itu sempat saya larang suami membeli tanah perkebunan lagi dan memintanya untuk puas dengan apa yang sudah kami peroleh, tapi suami tetap bersikeras ia yakin ia akan mencapai target impiannya yang sebentar lagi akan terwujud. Saya dan mertua hanya bisa mendoakan semoga suami bisa mewujudkan segala impiannya. Masya Allah, Allah SWT memang Maha Mengabulkan seluruh keinginan hamba-Nya terutama yang yakin kepada-Nya. Alhamdulillah sebelum ulang tahun pernikahan kami yang ke-2 suami akhirnya berhasil mewujudkan impiannya, dan yang nggak disangka yang berhasil ia miliki malah lebih dari 10 ha! Allahu Akbar..

Kini suami sudah mulai menanam karet dan pala yang tinggal dipelihara dan menunggu waktu sampai tiba masa panennya. Walaupun saat ini tetap saja dia masih merasakan jatuh bangun dalam merintis usaha perkebunannya, terutama ketika mencari pekerja yang jujur dan dapat dipercaya, tapi dia tetap pada keyakinannya. Kini rencana berikutnya dia ingin sekali menanam sengon dan juga beternak ayam kampung, tapi masih belum dapat dilaksanakan karena masih terkendala masalah modal dan waktu karena masih harus fokus di mata pencaharian utama sebagai dokter gigi.

Suamilah yang selalu memotivasi saya untuk meraih apa yang saya cita-citakan. Jujur, sebenarnya saat ini saya memang punya cita-cita yang besar, tapi setelah menikah saya sempat memutuskan untuk ingin jadi istri sholehah saja yang selalu mendampingi suami dan rela mengorbankan keinginan saya demi keutuhan keluarga, karena cita-cita saya ini menuntut saya untuk berpisah jarak dan domisili dengan suami. Apalagi suami saya ini tipe yang sangat bergantung dan tidak bisa jauh dari istri. Tapi ternyata suami malah tidak begitu setuju dengan keputusan saya. Dia malah ingin istrinya menjadi wanita karir, bukan hanya tok sebagai ibu rumah tangga. Baginya wanita harus punya penghasilan sendiri untuk pegangan kalau tiba-tiba suatu saat terjadi apa-apa pada suaminya.

Jadi, kini saya beranikan lagi diri saya untuk menuliskan impian saya di blog ini, sebagai motivasi saya untuk membuktikan saya harus bisa mewujudkannya. Kan malu juga dong kalau udah dibaca banyak orang tapi gak ada satupun yang terwujud, hehehe.

Impian saya (yang saya urutkan dari urgensi kewujudannya) :
1. Ingin jadi istri sholehah. —> Ini sih WAJIB hukumnya ya! Selain itu, saya juga harus bisa menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur dan lebih meningkat dalam beribadah. Dan juga harus berhijab dengan sebenar-benar hijab, karena saat ini saya masih belum berhijab sesuai syariat Islam yang sebenarnya.
2. Tahun depan harus daftar sekolah, lulus menjadi PPDGS Konservasi Gigi, dan pastinya kelak menjadi drg Sp.KG. —> This is actually one of my biggest dream tapi setiap memikirkan kalau saya sepertinya bakal berangkat sekolah sendiri dan meninggalkan suami saya sendirian yang harus bekerja di Bengkulu ini membuat saya rasanya jadi beraaaaat sekali untuk melangkah. Awalnya sih kami inginnya sekolah sama-sama, tapi setelah berdiskusi sepertinya pilihan paling rasional untuk saat ini ya cuma bisa saya dulu yang berangkat sementara suami tetap mencari nafkah di sini. Tapi suami selalu bilang nggak usah mikirin yang aneh-aneh dulu, yang penting raih dulu apa yang kita inginkan dan pasti ada solusinya suatu saat nanti. Suami saya nggak mau kalau suatu saat saya menyesal karena nggak bisa menggapai impian yang dari dulu saya dambakan. Dan karena ini termasuk salah satu jurusan favorit di kedokteran gigi, maka saya harus belajar keras agar dapat lulus ujian masuknya!
3. Saya pengen ngeraih skor TOEFL minimal skornya 575 untuk ITP atau 90 untuk iBT atau skor IELTS minimal 6. —> Ini keinginan udah dari dulu tapi emang kesalahan saya sendiri juga karena malas mengeksekusi diri untuk belajar. Sekarang setelah tinggal di desa baru menyesal kenapa pas dulu masih tinggal di kota kok ga aktif ikut kursus TOEFL/IELTS ya, sementara kalau langsung sok ujian ya saya sadar diri pasti hasil skor saya bakalan jeblok habis. Tapi belum ada kata terlambat untuk memulai kan. Pengennya kalau saya jadi sekolah nanti saya juga harus langsung kursus biar nggak nyesal lagi.
4. Pengen kursus bahasa asing selain bahasa Inggris. —> Baru saya sadari bahwa memiliki lebih dari satu kemampuan bahasa asing ini sangat penting untuk perjalanan hidup kita ke depan. Saya pengennya sih belajar bahasa Jerman dan bahasa Arab. Moga-moga jangan sampai cuma sekedar pengen tapi pas ada kesempatan saya malah jadi malas les, hehehe.
5. Naik haji bersama suami di usia muda! —> NO EXCUSE!
6. Punya dental clinic sendiri. Tapi untuk awalnya minimal punya praktek pribadi yang interiornya modern dan nyaman lah. —> Prinsip saya kalau tempat kerja kita itu ya harus nyaman untuk diri kita sendiri biar kita juga nyaman mengerjakan pasien kita. Dan pasien juga harus nyaman berada di tempat kita kan. Sebenarnya saya berinvestasi di RD campuran syariah seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya ya tujuannya ingin mewujudkan klinik gigi saya ini. Saya pengennya kalau saya lulus sekolah nanti dalam lima tahun ke depan hasil investasi saya bisa digunakan untuk mulai merintis usaha klinik gigi sederhana yang sesuai dengan apa yang saya inginkan.
7. Pengeeen banget ngerasain sekolah di luar negeri, terutama kalau bisa di negara idaman. —> Ini impian sudah dari zaman dahulu kala tapi ya gitu saya cuma bisanya pengen tapi tanpa eksekusi apa-apa. Sementara orang-orang lain yang berhasil sekolah di luar pasti perjuangannya itu jauuuh luarrr biasssa. Oleh karena itu saya harus berubah, skor TOEFL/IELTS harus tinggi, dan beranikan diri mencoba mendaftar.
8. Being an overseas dentist. —> Why not??? Papa saya saja bisa menjadi seorang expat, dan zaman sekarang banyak sekali anak-anak muda negara kita yang berani melanglang buana bekerja di luar Indonesia.

Itulah daftar impian saya untuk saat ini. Ada yang harus dicapai di tahun depan dan ada beberapa impian yang akan tercapai jika satu impian sudah tercapai (seperti efek domino). Tapi intinya, saya menargetkan semua harus bisa saya dapatkan sebelum umur 40 tahun! Bantulah saya mewujudkannya Ya Allah.

Aamiin Aamiin Ya Rabbal’alamin..

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

10 thoughts on “Berani Bermimpi Besar dan Optimis Untuk Dapat Meraihnya

  1. Felicity says:

    Jangan takut untuk bermimpi dan mengejar mimpi2x itu…. 🙂 Semesta akan merekam semua…dan waktu akan membuktikan sejauh mana kita sudah berusaha…Intinya, lebih baik gagal setelah mencoba daripada tidak pernah mencoba sama sekali dan menunda2x… Bersyukur mempunyai suami yang mendukung pasangannya, nggak jarang temen saya yang mau sekolah lagi di LN justeru diancam putus oleh pasangannya….

    Good luck ya…. setiap perjalanan panjang harus dimulai dari satu langkah kecil…. Wishing you all the best! 😀

    • arinidm says:

      Betul Mbak, makanya sekarang saya beranikan diri untuk menulis impian saya supaya saya jadi punya target hidup yang harus dicapai nih. Terima kasih dukungannya Mbak, semoga suatu saat nanti saya bisa mengikuti jejak Mbak Felicity untuk sekolah di luar negeri ya Mbak, aamiin, hihi ^^

      • Felicity says:

        Aminnnn…. dulu saya menuliskan impian buat sekolah ke LN dengan beasiswa di kertas trus ditempel di tembok pas di depan meja belajar. Guntingan brosur2x gambar2x mahasiswa lagi kuliah juga saya pasang buat menambah semangat dengan teknik visualisasi. It works! All the best! 😀

  2. cutisyana says:

    Wah semangat ya Mbak Arini.. bismillah semoga keinginan-keinginannya bisa terijabah. Salam kenal ya..
    -Nyanya-

    • arinidm says:

      Hai Nyanya salam kenal juga. Nggak usah pake mbak, sepertinya kita seumuran 🙂 Terima kasih doanya ya Nyanya, semoga saya juga bisa seperti Nyanya, aamiin ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s