Penyuluhan ke SD

Bulan Mei lalu saya beserta teman-teman Puskesmas mengadakan kunjungan ke seluruh SD yang berada di wilayah kerja Puskesmas tempat saya bekerja dalam rangka penyuluhan mengenai cara belajar menyikat gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar sekaligus mempraktikkannya. Sasaran penyuluhan sebenarnya hanya anak murid kelas 4 dan kelas 5 aja, walaupun saya pribadi sih lebih suka kalau seluruh anak murid bisa turut mendengarkan penyuluhan ini. Tapi setelah dipikir-pikir, yang udah bisa menangkap dan menerima penjelasan detil kayaknya emang anak-anak yang udah agak gedean deh. πŸ˜‰ Continue reading

Bermalam di Hotel Burza Lubuk Linggau

Libur lebaran kemarin saya dan suami menyempatkan untukΒ jalan-jalan ke Muara BelitiΒ dan mencoba menginap semalam di Lubuk Linggau (sekitar 30 menit dari Muara Beliti, atau kalau dari Curup sekitar 1,5 jam lah). Seperti biasa, saya selalu mengandalkan Traveloka untuk urusan booking hotel. Awalnya sih saya rencana mau booking di Hotel Abadi aja karena nama hotel ini lebih familiar bagi saya, harganya pun relatif cocok pula, tapi gara-gara mikir suami saat itu lagi kurang sehat plus toh cuma semalam aja jadi saya pikir kenapa nggak pilih aja sekalian hotel yang lebih bagusan biar suami lebih nyaman, jadi akhirnya saya memutuskan untuk mem-booking Hotel Burza aja lah yang notabene lebih mahal. πŸ˜† Continue reading

Idul Fitri 1438 H

Tahun ini kami nggak pulkam (lagi). Awalnya sih pengen pulang ke tempat mertua di Medan karena tahun lalu kan kami udah ke tempat orang tua saya, jadi ceritanya mau gantian lah. Tapi berhubung ibu mertua bulan April lalu sudah berkunjung ke Bengkulu, dan kami juga Insya Allah mau berangkat seminar kedokteran gigi di bulan Agustus dan Oktober nanti, jadi kami pikir daripada maksain pulkam lebih baik uangnya disimpan dulu aja lah untuk seminar yang lebih makan biaya ini. 😁 Tapi berhubung ini udah ke-5 kalinya kami lebaran berdua aja di tanah rantau, jadinya kami biasa aja sih. Apalagi saya yang emang udah jarang juga bareng orang tua saya saat mereka dulu tinggal di Kuwait. Jadi alhamdulillah (dan juga anehnya) sama sekali nggak ada ngerasa sedih karena nggak bisa pulkam dan ngerayain lebarang bareng keluarga. πŸ˜… Lagian di sini kami juga udah banyak yang kami anggap seperti keluarga sendiri, dan Bengkulu ya emang udah kami anggap rumah kami sekarang, jadi ya rasanya asik-asik aja kok. 😁

Continue reading

Perkara Sprei (Lagi)

Jadi ceritanya, sprei merk Kintakun yang saya beli tahun lalu akhirnya saya buang gara-gara robek! Kenapa bisa robek? Ini akibat ulah kucing-kucing kami nih yang suka banget ngasah-ngasah cakarnya di springbed. Awalnya cuma robek kecil aja sih, tapi lama-lama kok jadi besar pula robeknya. πŸ˜‘ Herannya, yang robek itu cuma sprei yang merk ini aja. Padahal saya rutin make bergantian dengan merk yang satu lagi (Lady Rose), dan dua-duanya juga selalu jadi korban cakaran para kucing loh, tapi sprei yang satu lagi masih mulus-mulus aja tuh.

Continue reading

Setahun Praktek

Bisa dikatakan membuka (dan juga memiliki) tempat praktek sendiri merupakan pencapaian terbesar dalam hidup saya. Sampai sekarang saya masih nggak nyangka saya sudah punya tempat praktek sendiri, yang walaupun kondisinya cukup sederhana (jangan dibandingin bentuknya sama klinik gigi yang ada di kota ya 😁), tapi bisa saya hasilkan alhamdulillah dari uang saya sendiri. Masya Allah, la quwwata illa billah. Makanya awal-awal buka praktek dulu saya agak posesif sama barang-barang yang ada di praktek, sampai-sampai kalo suami mau minjem barang aja saya sampai keberatan gitu loh karena nggak mau kalo sampe ada barang yang rusak di tangan orang lain. πŸ˜‚ Yah namanya juga menghargai jerih payah sendiri ya. πŸ˜† Tapi kalo sekarang sih udah boleh kok pinjam-meminjam, udah lebih ikhlas sayanya, hahaha. Continue reading